Takut dibilang Gagal Move On

Suatu hari, teman saya bertanya “kamu kerja dimana sekarang?”. Saya hanya menjawab, “hehehe, balik ke kantor lama nih, gagal move on”.

Untuk sebagian orang, kembali bekerja di kantor lama adalah suatu hal yang masih dianggap tabu. Mereka masih beranggapan, bahwa karyawan yang memilih jalan resign artinya dia sudah memutuskan untuk meninggalkan semua hal di kantor tersebut termasuk kenangannya. Saya sebagai pihak yang mengakui diri saya independent, mempunyai 2 pandangan, masing-masing positif dan negatif untuk kasus seperti ini.

Secara negatif, saya berpandangan bahwa memang benar, jika sudah memutuskan untuk resign, maka karyawan tersebut tidak berhak untuk kembali lagi ke kantor lama. Kenapa? Menurut saya, karyawan tersebut mempunyai berbagai alasan kuat yang dikemukakan ketika mengundurkan diri. Dan biasanya, alasan yang dimunculkan adalah alasan negatif juga, seperti kondisi kantor yang kurang nyaman, imbalan jasa yang kurang memuaskan, adanya kritikan pedas yang tidak dapat dia terima dan sebagainya. Hal ini rasanya seperti menelan ludah sendiri ketika dia kembali melamar kembali ke kantor lama.

Akan tetapi, saya juga mempunyai pandangan positif untuk kasus seperti ini. Beberapa waktu yang lalu, saya sempat melihat data dari Badan Pusat Statistik untuk Jumlah Pencari Kerja Terdaftar di Indonesia terus meningkat setiap tahun, tetapi hal ini tidak sebanding dengan Jumlah Lowongan Kerja Terdaftar yang menurun setiap tahunnya.

Jika melihat kondisi Negara kita yang seperti ini, maka rasanya kurang pantas bagi kita beranggapan negatif tentang karyawan yang kembali berharap bekerja di kantor lama. Begitu sulit untuk menemukan lowongan pekerjaan yang tepat. Apalagi persaingan yang sangat ketat dan banyaknya fresh graduate yang terus bermunculan setiap tahun. Dari sisi karyawan, mereka pasti akan merasa lebih dihargai karena ternyata masih bisa diterima lagi di kantor yang lama dan kemungkinan akan ada penawaran yang lebih untuk jabatan atau sekadar imbalan kerja yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Di sisi lain, perusahaan yang merekrut kembali karyawan lamanya akan memperoleh beberapa benefit yang mungkin tidak akan diperoleh jika mereka merekrut karyawan baru. Perusahaan akan mendapat keuntungan karena secara teknis dan non-teknis, karyawan sudah paham dengan bisnis dan kondisi pekerjaannya sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mengajari karyawan tersebut dapat dikurangi,

Nha, sekarang tidak ada alasan lagi untuk menganggap “kembali bekerja di kantor lama” adalah sesuatu yang salah. Karena jika kita dapat mencermati tidak hanya satu sudut padang, maka akan terlihat banyak sisi positif yang didapat.

Jadi, jangan takut lagi dibilang gagal move on, selama kesempatan baik itu masih ada .
Capture

VN:D [1.9.16_1159]
Rating: 9.3/10 (4 votes cast)
VN:F [1.9.16_1159]
Rating: +1 (from 1 vote)
Takut dibilang Gagal Move On, 9.3 out of 10 based on 4 ratings

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>