Cost versus Expense

Dalam kebanyakan sesi pelatihan mengenai Finance for non Finance, atau ketika mengajar Pengantar Akuntansi bagi mahasiswa tingkat pertama, salah satu topik yang sering menimbulkan kebingungan adalah membedakan antara Cost dengan Expense. Kebingungan ini menimbulkan pertanyaan lain seperti mengapa Cost of Goods Sold dikategorikan sebagai beban alias expense.
Cost dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Biaya, sedangkan Expense diterjemahkan sebagai Beban. Kedua-duanya adalah pengeluaran yang dilakukan oleh satu pihak (perusahaan, organisasi, atau pribadi) untuk tujuan tertentu. Pengeluaran yang dimaksud adalah uang tunai atau masih dalam bentuk utang, yang nantinya pun harus dibayarkan dengan uang.
Beda yang paling utama adalah kapankah manfaat atau kegunaan pengeluaran itu dirasakan. Jikalau manfaat dirasakan seketika atau sudah dirasakan, maka bisa dipastikan pengeluaran itu adalah beban alias expense. Adapun jika manfaat tersebut masih dirasakan dalam beberapa waktu ke depan, maka pengeluaran tersebut dikenal sebagai biaya.
Sebagai contoh, misalkan kita hendak menyewa sebuah kamar. Jika kita menyewa kamar tersebut untuk waktu 2 hari dengan nilai Rp 200.000 per hari dan pada akhir hari kedua kita membayar Rp 400.000 setelah menggunakan kamar tersebut, maka pada saat kita mengeluarkan uang untuk membayar, kita akan mengakuinya sebagai BEBAN Sewa (Rent Expense).
Akan tetapi jika kamar itu hendak kita sewa selama 1 tahun dan kita diminta untuk membayarkan uang sewa sekaligus awal masa sewa sebesar Rp 2.400.000, maka pengeluaran itu kita catat sebagai Sewa Dibayar Di Muka, yang merupakan BIAYA. Selanjutnya setelah kita menggunakan kamar tersebut, maka secara bertahap Sewa Dibayar Di Muka itu kita kurangi dan berubah menjadi Beban Sewa. Sekedar informasi, proses pengurangan atau penyusutan biaya ini disebut sebagai amortisasi. Sebagai contoh, jika kita sudah menggunakan kamar itu selama 1 bulan, dan manfaat sewa kamar sudah kita rasakan, maka 1/12 dari Sewa Dibayar Dimuka alias Rp 200.000 diamortisasi dan diakui sebagai Beban Sewa.
Dengan demikian, dapat kita simpulkan pula sebagai berikut:
1. Biaya merupakan pengeluaran yang diakui dahulu sebagai Aset, sementara Beban adalah pengeluaran yang menjadi pengurang di laba rugi.
2. Biaya secara bertahap, setelah digunakan atau manfaat dirasakan, akan diakui sebagai Beban. Secara sederhana, Beban merupakan Biaya yang Telah Digunakan alias Expired Cost.
Bagaimana dengan istilah Cost of Goods Sold yang diakui sebagai beban dan bukan biaya, padahal ada kata Cost di situ? Istilah Cost of Goods Sold ini diringkas dari Cost of Goods that are Sold, alias biaya pokok barang (persediaan) yang terjual. Maka dari definisi ini jelas jika manfaat dari persediaan yang terjual sudah dirasakan atau dinikmati perusahaan, yaitu dengan mendatangkan pendapatan. Dengan demikian Cost of Goods Sold adalah Beban. Yang mana Cost alias biayanya? Jika Anda menjawab nilai Persediaan (Inventory), yang adalah Aset pada Laporan Posisi Keuangan, maka nilai 100 untuk Anda.
Semoga membantu.

Edward Tanujaya : @edwardtanujaya

VN:F [1.9.16_1159]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.16_1159]
Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>