See Things Differently

“Jika ada orang lain yang memikirkan hal yang berbeda dengan yang kita pikirkan, bukan berarti orang tersebut tidak berpikir, setiap mesin/otak bekerja dengan caranya masing-masing” – Alan Mathison Turing.

Mungkin anda sudah sempat menonton film The Imitation game. Salah satu film yang menarik perhatian saya. Cerita film ini diilhami dari biografi seorang tokoh asal Inggris bernama Alan Turing. Film ini menceritakan tentang perjalanan hidup Alan Turing, seorang pria yang menemukan batu fondasi komputer dan pahlawan perang dalam memecahkan kode mesin komunikasi Jerman-Nazi yang bernama Enigma. Namun, kali ini saya tidak akan membahas banyak mengenai isi cerita film ini. Saya akan menceritakan pandangan saya setelah menyaksikan film ini.

Manusia sebagai mahluk sosial dalam menjalani hidup tidak terlepas dari nilai sosial yang berada disekitarnya dan norma agama yang ia yakini. Nilai dan norma tersebut dibutuhkan manusia untuk menuntun mereka agar tidak keluar dari jalur yang seharusnya serta tidak melakukan penyimpangan sosial. Bila ada individu atau sekelompok manusia yang memiliki perilaku/pemikiran yang berbeda dari nilai dan norma yang berlaku, mereka sering “dijudge” negatif atau dianggap aneh. Lalu bagaimana dengan Alan Turing? Alan Turing merupakan penemu teknologi komputer yang juga berhasil menyelamatkan jutaan jiwa dari pembantaian Jerman-Nazi tetapi sekaligus seorang Atheis dan Homoseksual. Ironisnya ia tetap dihukum selama 2 tahun oleh Pengadilan Inggris meskipun ia telah membantu Inggris mengalahkan Jerman, sampai akhirnya ia memutuskan untuk bunuh diri. Hal ini memperlihatkan bahwa sebuah perbedaan atau keunikan seseorang dapat menutup mata manusia terhadap hal-hal baik yang telah dilakukannya.

Tuhan menciptakan seseorang seperti Alan Turing untuk menguji keimanan dan logika manusia. Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya sekedar norma agama dan nilai sosial yang harus diperhatikan. Tetapi hubungan antar manusia tidak kalah penting. Terkadang perbedaan agama,ras ,orientasi seksual seseorang membuat manusia tidak “memanusiakan” manusia. Mungkin kita tidak bisa selalu menilai seseorang dengan instan atau menilai seseorang hanya berdasarkan satu sisi hidupnya saja. Kita dapat menghargai orang lain dengan segala perbedaan yang ada selama hal tersebut tidak merugikan orang lain.

Menghargai perbedaan, memandang orang dari sisi yang berbeda, sampai sekarang masih menjadi proses pembelajaran untuk saya. Memang sulit untuk tidak menjudge orang secara instan, karena sejak lahir sikap ini sudah melekat pada diri manusia. Hal tersebut tentunya tidak selalu berdampak negatif untuk kehidupan manusia, asalkan masih dilakukan dalam konteks yang sesuai.

VN:F [1.9.16_1159]
Rating: 8.8/10 (5 votes cast)
VN:F [1.9.16_1159]
Rating: 0 (from 0 votes)
See Things Differently, 8.8 out of 10 based on 5 ratings

1 Response

  1. prakoso says:

    Keren film ini,saya sudah pernah nonton

    VA:F [1.9.16_1159]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.16_1159]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>