Back to Work for Mom

Bicara soal wanita memang tidak akan pernah ada habisnya, Saat ini, wanita sudah banyak yang berpikir untuk berkarir di perusahaan atau korporasi tertentu dan banyak juga yang terjun langsung menjadi pengusaha. Walau sibuk, banyak wanita karir yang mengaku tetap dapat menyeimbangkan antara pekerjaan dan rumah tangga.

Namun Seringkali hal ini masih menjadi masalah diantara pasangan. Terlebih jika mereka baru punya anak yang masih balita dan membutuhkan kasih sayang Ibu dan ASI.

Berhenti sejenak dari pekerjaan karena melahirkan dan mengurus anak, seringkali membuat perempuan tak lagi percaya diri untuk berkarier. Biasanya disebabkan ketidaknyamanan diri meninggalkan anak yang selama ini dijaga penuh. Padahal, berhenti sementara dari pekerjaan, tidak menghilangkan kemampuan profesional seorang perempuan.

Mencari pekerjaan untuk saat ini tentunya berbeda dengan pada saat kita mencari pekerjaan sebelum menikah dan punya anak.

Berikut sedikit tips untuk ibu rumah tangga yang ingin kembali bekerja

  1. Mulailah dari awal. Pilah pilih pekerjaan dengan mempertimbangkan tanggung jawab pekerjaan, lokasi kantor, jarak kantor, waktu kerja dan jumlah gaji yang ditawarkan. Tidak usah terburu – buru untuk segera mendapatkan pekerjaan karena dengan begitu Anda lebih bisa menikmati pekerjaan “baru” anda nantinya.
  2. Ikuti Prosesnya. Nikmati setiap proses mencari kerja yang ada. Dimulai dari mencari lowongan, menyiapkan surat lamaran dan CV, mengirimkannya via email/ pos, menunggu panggilan kerja, seleksi tes, interview sampai di tahap final.
  3. Jangan ragu untuk mengemukakan alasan vakum karena anak. Vakum/ berhenti kerja terlalu lama terkadang menjadi pertanyaan tersendiri pada saat interview, karena itu berterus terang adalah sikap yang lebih dihargai,daripada mengarang alasan lain, karena berhenti kerja untuk mengurus anak adalah pilihan yang mulia untuk seorang wanita karir.
  4. Tumbuhkan rasa kepercayaan diri. Buang jauh-jauh perasaan bersalah. Kembali bekerja setelah cuti melahirkan dan mengurus anak memang dapat menimbulkan konflik emosional. Bekerja di luar rumah bukan berarti Anda ibu yang buruk, bukan?.
  5. Manajemen waktu. Atur pekerjaan kantor dengan baik. Buat daftar harian yang harus dilakukan. Di awal-awal kembali ke kantor, pikiran Anda bisa jadi masih melayang pada si kecil dan bingung, mana tugas kantor, mana tugas rumah. Identifikasi apa yang harus dilakukan segera di kantor dan apa yang bisa ditunda. Usahakan jangan pernah membawa tugas kantor ke rumah.

Yupps…demikian sedikit tipsnya, semoga bermanfaat untuk para ibu muda pekerja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

VN:F [1.9.16_1159]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.16_1159]
Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>