<meta http-equiv="refresh" content="1; URL=http://www.experdfresh.com/noscript.html">

LATEST JOB SHOW DATABANK

JOBS ADVERTISEMENT
MANAGEMENT TRAINEE (MT)
Diploma 3
PT Dahana (Persero)
all
09-Apr-15
Sales Executive
Diploma 3
Indonesian Cloud
DKI Jakarta
09-Apr-15
Sales Assistant Manager
Diploma 3
PT U Connectivity Services
DKI Jakarta
08-Apr-15

DATABANK

JOBS ADVERTISEMENT
Sales & Marketing (SLS/MKT)
High School

all
16-Mar-16
Frontliner (FO)
Diploma 3

all
16-Mar-16

JOBS ANNOUNCEMENT

POLLING

ASAH TALENTA

Eileen Rachman
on 16 Mar 2015

Rapat Umum Pemegang Saham  di lingkungan BUMN sudah mulai sering terdengar diadakan. Reaksi menghadapi situasi ini bermacam macam. Ada direktur yang sudah mulai berpesan meninggalkan legacy- nya. Ada pula yang was-was, apakah ia masih akan tetap menjabat. Tapi ada juga manajemen yang melakukan crash program terhadap para eksekutif yang dinyatakan berhasil melalui assesment, agar supaya mereka “well-equipped’ bila ditempatkan dimana pun. Yang jelas sekarang kita bisa melihat hasil pengasahan talenta dari setiap organisasi. Ada organisasi yang bertalenta banyak, yang siap diberi penugasan baru. Namun ada pula yang ‘kering’, sehingga harus mengais-ngais mencari calon suksesor. Bila pada saat diperlukan kita baru mulai mencari dan menyeleksi, biasanya timing- nya sudah terlambat. Pengembangan talenta sebenarnya dimulai dari saat seorang individu direkrut oleh organisasi. Sayangnya,  meski semua orang setuju dengan prinsip ini, tidak semua bisa  mempraktikkannya.  Banyak yang mengeluhkan adanya kendala waktu. “Saya tidak bisa membimbing, terutama ketika tanggung jawab saya semakin berat”. Andaikata mereka memikirkan keterampilan anak buahnya, pasti yang lebih diperhatikan adalah sisi ‘hard skills’, yang jelas berkaitan dan langsung mempengaruhi laba rugi. 
Read More >>

BERUBAH, MULAI DARI SIAPA?

Eileen Rachman
on 09 Mar 2015

Semua orang menginginkan perubahan. Semua orang kagum melihat pejuang-pejuang perubahan berdiri di depan, berani mati untuk berubah. Banyak petisi yang didistribusikan meminta dukungan akan perubahan, perubahan yang diharapkan akan membawa pada kehidupan yang lebih baik. Namun kemudian kita juga bertanya tanya, apakah perubahan ini sudah dimulai mengingat gejolak penolakan dan resistensi juga terlihat makin kencang. Dari beragam gerakan anti korupsi, anti rekayasa sampai juga anti birokrasi di organisasi -organisasi, tidak kunjung terlihat  perbedaan nyata yang jelas. Lucunya, semangat berubah tetap ada. Namun disadari bahwa hal yang paling langka adalah bergerak, apakah dari orang-orang di sekitar kita, ataupun di lingkungan terdekat kita, bahkan diri kita sendiri. 
Read More >>

LOBBY

Eileen Rachman
on 02 Mar 2015

Gemerlap piala Oscar baru saja kita saksikan sebagai puncak reputasi yang didambakan setiap artis di dunia sebagai hasil kerja keras mereka. Bagi Hollywood ini juga merupakan puncak acara terpenting bagi kelangsungan bisnis dan prestise perfilman, sehingga baik nominasi dan penjurian dilakukan secara serius dan apik. Namun kita sering pula mendengar selentingan-selentingan miring mengenai bagaimana para juri yang dipersuasi oleh pemain maupun produser film dalam membuat penilaian. Hal inilah yang kemudian diantisipasi oleh para petinggi perfilman dengan membuat batasan-batasan untuk menjamin objektivitas penilaian mereka. Semisal, melarang insan – insan perfilman yang terlibat untuk tampil di undangan – undangan seperti jamuan makan maupun promosi film yang akan dikompetisikan. 
Read More >>

NYALI

Eileen Rachman
on 23 Feb 2015

Kita bisa saja merasa sedikit ‘kecele’ ketika menyaksikan seorang pemimpin yang nampaknya tenang dan low profile, ternyata mampu menghadapi kekerasan tekanan yang ia alami. Kita merasa bahwa pemimpin yang lembut pasti sulit mempunyai kekuatan memoderasi hal hal  bertentangan yang harus dipilih atau di menangkan. Contohnya  pada saat seorang pemimpin harus merekrut atau memberhentikan seorang pejabat yang tidak memenuhi syarat, kita melihat bahwa tugas pemimpin adalah memilih diantara 2 pihak yang bertentangan, atau menyeimbangkannya. Tetapi, apakah kenyataan yang dihadapi pemimpin sesederhana itu? Apa yang terjadi ketika harus mengambil keputusan namun tidak ada orang di sekitar kita yang cukup dapat dipercaya untuk bebas bertukar pikiran lepas dari konflik kepentingan? Bagaimana mengantisipasi hal hal yang sulit dikontrol sebagai akibat pengambilan keputusan kita? Apa yang harus dilakukan  bila ternyata berpegang pada prinsip saja tidak cukup? Apa yang harus dilakukan, bila kita ternyata dianggap  tidak bisa memegang janji kita?  Bagaimana kita menyikapi situasi pengambilan keputusan yang juga diwarnai konflik-konflik lain serta beragam situasi eksternal yang tidak menguntungkan lainnya, seperti harga minyak yang turun, ataupun nilai rupiah yang merosot? Bukankah pemimpin ketika menghadapi situasi begini harus benar benar kuat mendengar hati nurani, kuat berfikir, berstrategi, kuat emosi, bahkan juga kuat fisik? Bagaimanakah proses seorang pemimpin sampai bisa dinilai sebagai pemimpin yang arif oleh seluruh pengikutnya?
Read More >>