<meta http-equiv="refresh" content="1; URL=http://www.experdfresh.com/noscript.html">

LATEST JOB SHOW DATABANK

JOBS ADVERTISEMENT
JUNIOR ACCOUNTING CONSULTANT
Diploma 3
PT. Tilyanpristka
DKI Jakarta
20-Jun-15
Accounting Staff
Diploma 3
PT Malindo Feedmill, Tbk
DKI Jakarta
16-Jun-15
Sr. Pattern Maker CAD System
Diploma 3
PT. Bali Nirwana Garments
Banten,DKI Jakarta
16-Jun-15
CUSTOMER RELATION OFFICER
Diploma 3
PT. Pura Mayungan
Banten,DKI Jakarta
08-Jun-15
Management Trainee Sales & Marketing
Bachelor
PT. Faber-Castell International Indonesia
DKI Jakarta,Jawa Barat
06-Jun-15
Management Trainee Supply Chain
Bachelor
PT. Faber-Castell International Indonesia
DKI Jakarta,Jawa Barat
06-Jun-15
Management Trainee Produksi
Bachelor
PT. Faber-Castell International Indonesia
DKI Jakarta,Jawa Barat
06-Jun-15
Assistant Technician for Building Maintenance
High School
PT Senayan Trikarya Sempana
DKI Jakarta
29-May-15
Tenant Relation Officer for Apartemen Plaza Senayan
Diploma 3
PT Senayan Trikarya Sempana
DKI Jakarta
29-May-15
Senior Tenant Relation for Night Duty for Apartemen Plaza Senayan
Bachelor
PT Senayan Trikarya Sempana
DKI Jakarta
29-May-15

DATABANK

JOBS ADVERTISEMENT
Sales & Marketing (SLS/MKT)
High School

all
16-Mar-16
Frontliner (FO)
Diploma 3

all
16-Mar-16

POLLING

TALENTA MASA DEPAN

Eileen Rachman & Emilia Jakob
on 25 May 2015

Bila kita sedang disibukkan dengan beragam urusan domestik, kemacetan lalu lintas ataupun anak-anak yang sedang menghadapi ujian, kita sering lupa bahwa hidup terdiri dari yang sekarang dan yang masa depan. Kita sering memandang masa depan sebagai sesuatu yang memang perlu dipikirkan, tetapi bukan prioritas. Kita bisa terjebak dengan pemikiran bahwa masa depan selalu terkait dengan inovasi dan kreativitas. Kita pun sering lupa bahwa kita tetap perlu mempersiapkan bagaimana mengeksekusi pekerjaan di dalam ritme perubahan yang secara konstan terus terjadi. Kita hidup dalam era ekonomi global yang tidak pemaaf. Kita sudah mengalami ketidak pastian, bahkan tidak bisa lagi menjamin kepastian dengan beragam mekanisme pengaman seperti membeli asuransi kesehatan dan jiwa  sekalipun. Seorang psikolog sosial bahkan mengistilahkan, bahwa kita hidup di dunia yang VUCA: volatile, uncertain, complex, dan ambiguous. Perubahan seperti dalam dunia politik, ekonomi dan pemerintahan, tidak mudah diraba, diperkirakan, apalagi dikontrol. Pertanyaannya adalah apakah kita sanggup menghadapinya dengan daftar kompetensi yang kita kuasai sekarang sebagai hasil dari bentukan di masa lalu? Semua kompetensi yang membuat kita berhasil mencapai tahap sekarang, bahkan sudah tidak cukup lagi untuk membuat kita bertahan di saat ini, apalagi di masa depan nanti. Dunia berubah cepat tanpa kompromi. Persaingan pun tidak bisa dibendung. Lulusan yang tadinya masih mahasiswa polos tiba tiba sudah berada sejajar kita dengan segudang pemikiran inovatifnya. Demikian pula tuntutan pasar yang memiliki standar ‘excellence’ yang semakin membubung tinggi. Siapkah talenta-talenta kita  menghadapi kesulitan yang berbeda ini. Globalisasi menuntut manusia-manusia berpikiran global. Kaderisasi yang harus berkejaran dengan perkembangan teknologi. Keahlian dan ekspertis yang dibutuhkan, tidak bisa dikembangkan dengan cepat, jam terbang tidak sempat dikejar. Apakah mungkin, dalam kondisi ini, bajak membajak karyawan merupakan jalan keluar? Padahal mungkin pada saatnya nanti, yang dibeli oleh perusahaan pembajak adalah profesional yang juga  sudah tidak berisi sesuai harganya. 
Read More >>

BACK TO BASICS

Eileen Rachman & Emilia Jakob
on 11 May 2015

Bila kita melihat lihat di toko buku, dengan mudah kita dapat menemukan buku mengenai kepemimpinan. Baik itu mengenai biografi pemimpin dunia yang  memiliki pengaruh begitu besar pada sejarah, biografi tokoh-tokoh bisnis terkemuka, maupun buku-buku teori kepemimpinan yang ditulis oleh para professor maupun praktisi bisnis. Beragam resep kepemimpinan ada di sana, ada yang saling melengkapi sampai yang tumpang tindih dan kontroversial sekalipun. Begitu banyaknya teori dan kisah sehingga bagi kita yang ingin ‘belajar’ menjadi pemimpin  mungkin akan bertanya-tanya dalam hati: mungkinkah saya mengimplementasikan semua teori ini agar saya dapat menjadi seorang pemimpin yang baik, sementara untuk menghapal semua teori itu saja saya bahkan sudah kewalahan. Pertimbangan untuk menjadi pemimpin ideal ini akhirnya sudah menjadi semakin rumit dan ‘overfocused’. Pertanyaannya, adakah hal-hal mendasar yang justru malah kita lupakan? Marilah kita melihat ke sekeliling kita untuk menemukan perilaku-perilaku sederhana yang kerap dikerjakan oleh mereka yang dengan mudah bisa kita sebut sebagai ‘pemimpin’. Lepas dari apakah ia memang memiliki jabatan atau tidak, apakah ia mampu mempengaruhi orang lain untuk bekerja mencapai visinya?
Read More >>

TO HAVE OR TO BE

Eileen Rachman
on 04 May 2015

“Kita perlu ganti mobil”, “Kita harus pergi shopping di Paris”, “Kita perlu perangkat keras terbaru”. Dan masih banyak lagi ungkapan yang menjadi kreasi sistematis mengenai kebutuhan untuk membeli barang, servis dan hal-hal lain yang mungkin bukan sekedar kebutuhan melainkan semata-mata keinginan belaka. Maraknya perdagangan ‘on line’ semakin memudahkan kita untuk membeli dan membeli sehingga membuat kita semakin terhanyut arus konsumsi ini. Apakah ini gejala universal? Bisa iya bisa tidak. Beberapa teman dari negara lain, bisa membiarkan anak-anaknya duduk di taman sekedar menikmati kesegaran udara dan bermain melatih psikomotor mereka tanpa harus mengkonsumsi apapun, meskipun restoran memang selalu dipenuhi oleh kawula mudanya. Sementara di sini taman-taman dipenuhi dengan pedagang kecil yang meskipun kerap dihalau oleh petugas selalu kembali lagi karena pasar yang begitu menjanjikan. Hal yang terkadang cukup menonjol adalah dipenuhinya pusat perbelanjaan negeri jiran dengan bangsa Indonesia, sehingga terkesan dan bahkan terucapkan bahwa ‘orang Indonesia kaya-kaya'. Apakah ini komentar yang menggembirakan? Apakah kita memang se‘kaya’ itu sampai  terkenal dengan pola berbelanjanya? Sadarkah kita bahwa pola konsumsi kita sulit dihentikan karena level kenikmatan kita sudah tidak ‘basic’ lagi?
Read More >>

SERVICE ACUMEN

Eileen Rachman & Emilia Jakob
on 27 Apr 2015

Salah satu daya tarik wisata sebuah negara selain daripada keindahan alamnya, keragaman seni budayanya, dan tentunya juga adalah manusia-manusianya. Betapa kita terpesona dengan kekuatan servis bangsa Jepang yang ditunjukkan lewat sopan santun mereka satu sama lain. Beragam cerita pernah kita dengar tentang bagaimana mereka berusaha menunjukkan jalan, menolong turis asing yang kesulitan meskipun terhambat dalam masalah bahasa.  
Read More >>