<meta http-equiv="refresh" content="1; URL=http://www.experdfresh.com/noscript.html">

LATEST JOB SHOW DATABANK

JOBS ADVERTISEMENT
TRAINING CONSULTANT (TRN - EXP)
Bachelor
PT. Sarana Exhirindo (Experd)
DKI Jakarta
08-Jun-15
RECRUITMENT OFFICER (RO-EXP)
Bachelor
PT. Sarana Exhirindo (Experd)
DKI Jakarta
08-Jun-15
HUMAN RESOURCES STAFF (HR - EXP)
Bachelor
PT. Sarana Exhirindo (Experd)
DKI Jakarta
08-Jun-15
PRODUCT CONSULTANT - SALES (PC - DSN)
Bachelor
Decorous Contract
DKI Jakarta
08-Jun-15
Assistant Manager Tenant Relation
Bachelor
PT Senayan Trikarya Sempana
DKI Jakarta
17-May-15
Tenant Relation
Bachelor
PT Senayan Trikarya Sempana
DKI Jakarta
17-May-15
Event & Promotion Admin Officer
Bachelor
PT Senayan Trikarya Sempana
DKI Jakarta
17-May-15
HR & GA Asst. Manager
Bachelor
SUKABUMI GROUP
DKI Jakarta
10-May-15
BUSINESS UNIT MANAGER (FOOD INGREDIENT)
Bachelor
SUKABUMI GROUP
DKI Jakarta
10-May-15
R & D Manager
Bachelor
SUKABUMI GROUP
DKI Jakarta
10-May-15

DATABANK

JOBS ADVERTISEMENT
Sales & Marketing (SLS/MKT)
High School

all
16-Mar-16
Frontliner (FO)
Diploma 3

all
16-Mar-16

JOBS ANNOUNCEMENT

POLLING

BEYOND AVERAGE

Eileen Rachman
on 13 Apr 2015

Ketika membahas kriteria penerimaan karyawan di sebuah perusahaan kelas regional, yang mana organisasi pastinya berusaha mendapatkan calon terbaik dengan kriteria yang dibutuhkan, timbul kekhawatiran di antara panitia bahwa bilamana penetapan kriteria kelolosan ditetapkan terlalu tinggi maka calon yang didapatkan akan sangat terbatas. Kita semua tahu bahwa kelompok ‘average’ selalu merupakan jumlah terbesar dari suatu populasi. Dengan demikian kitapun bisa mengaggap bahwa 66,23 % individu diseputar kita pastinya tergolong ‘average’. Namun untuk penerimaan karyawan, masuk sekolah, dan seleksi lainnya, lembaga-lembaga tentunya tetap ingin memilih golongan ‘above average’, yang nyatanya hanya berjumlah 16% dari populasi bilamana memang dimungkinkan. Potongan kue ini pun, masih harus dibagi ke lembaga-lembaga lain yang saling berlomba untuk mendapat calon terbaik. Benar juga, dalam ajang pemilihan calon karyawan, bisa terjadi seperti yang diungkapkan Tyler Cowen dalam bukunya, :”the average is over!”. Hanya yang terbaik saja yang bisa mendapatkan kesempatan nomor satu. Lalu bagaimana dengan individu yang banyak ini? Apa salahnya menjadi salah satu diantara populasi terbanyak? 
Read More >>

PEMIMPIN & PENGIKUT

Eileen Rachman
on 06 Apr 2015

Setiap perubahan selalu mendatangkan harapan baru. Grafik siklus kondisi emosional dalam menghadapi perubahan seringkali diawali dengan tanjakan sejalan dengan antusiasme menghadapi sesuatu yang berubah. Namun antusiasme ini tidak selamanya bisa bertahan, apalagi bila ternyata perubahan itu berjalan ke arah yang berbeda dari harapan individu. Siklus akan menurun, menuju arah frustrasi, penyangkalan, bahkan sampai depresi. Hanya bila kemudian individu merasa mempunyai kontrol terhadap situasi, grafik akan menanjak lagi dan lama kelamaan stabil.
Read More >>

SALES: SIAPAPUN HARUS MENGUASAINYA

Eileen Rachman & Emilia Jakob
on 30 Mar 2015

Kata sales atau salesman seringkali berkonotasi sedikit lebih rendah dibandingkan pekerjaan lain, sampai – sampai para fresh graduate pun sering menolak bila ditawarkan posisi sales di perusahaan. Hal ini bisa terjadi dengan seringnya kita dihadapkan pada telpon, sms, maupun dihadang ketika sedang berjalan di tempat publik oleh orang yang menawarkan produk, jasa ataupun pinjaman “tanpa agunan”. Stigma atau ‘label’ ini sudah berjalan bertahun tahun. Daniel Pink seorang yang menjadi asisten dan pembuat pidato Al Gore, Wakil Presiden Amerika, berpandangan lain. “To sell is human” katanya. Dalam kehidupan sehari-hari semua orang selalu berjualan; seorang ibu yang membujuk anaknya untuk makan sayur, seorang  pengacara yang mempengaruhi hakim untuk memenangkan perkara, bagian finance yang mengajukan data-data yang mendukung agar efisiensi diberlakukan. Kita segera bisa melihat bahwa menjual ide, konsep, keyakinan, terjadi di mana mana dan dilakukan oleh siapa saja. Banyak orang tidak menyadari hal ini hanya karena mereka tidak merasa bermata pencaharian ‘sales’. Padahal dalam kehidupan nyata, terlihat banyak sekali terjadi transaksi jual beli, bahkan menjual diri sendiri seperti dalam interview pekerjaan ataupun dalam kampanye pemilihan ketua atau pemimpin. 
Read More >>

ASAH TALENTA

Eileen Rachman
on 16 Mar 2015

Rapat Umum Pemegang Saham  di lingkungan BUMN sudah mulai sering terdengar diadakan. Reaksi menghadapi situasi ini bermacam macam. Ada direktur yang sudah mulai berpesan meninggalkan legacy- nya. Ada pula yang was-was, apakah ia masih akan tetap menjabat. Tapi ada juga manajemen yang melakukan crash program terhadap para eksekutif yang dinyatakan berhasil melalui assesment, agar supaya mereka “well-equipped’ bila ditempatkan dimana pun. Yang jelas sekarang kita bisa melihat hasil pengasahan talenta dari setiap organisasi. Ada organisasi yang bertalenta banyak, yang siap diberi penugasan baru. Namun ada pula yang ‘kering’, sehingga harus mengais-ngais mencari calon suksesor. Bila pada saat diperlukan kita baru mulai mencari dan menyeleksi, biasanya timing- nya sudah terlambat. Pengembangan talenta sebenarnya dimulai dari saat seorang individu direkrut oleh organisasi. Sayangnya,  meski semua orang setuju dengan prinsip ini, tidak semua bisa  mempraktikkannya.  Banyak yang mengeluhkan adanya kendala waktu. “Saya tidak bisa membimbing, terutama ketika tanggung jawab saya semakin berat”. Andaikata mereka memikirkan keterampilan anak buahnya, pasti yang lebih diperhatikan adalah sisi ‘hard skills’, yang jelas berkaitan dan langsung mempengaruhi laba rugi. 
Read More >>