<meta http-equiv="refresh" content="1; URL=http://www.experdfresh.com/noscript.html">

LATEST JOB SHOW DATABANK

JOBS ADVERTISEMENT
JUNIOR ACCOUNTING CONSULTANT
Diploma 3
PT. Tilyanpristka
DKI Jakarta
20-Jun-15
Accounting Staff
Diploma 3
PT Malindo Feedmill, Tbk
DKI Jakarta
16-Jun-15
Sr. Pattern Maker CAD System
Diploma 3
PT. Bali Nirwana Garments
Banten,DKI Jakarta
16-Jun-15
CUSTOMER RELATION OFFICER
Diploma 3
PT. Pura Mayungan
Banten,DKI Jakarta
08-Jun-15
Management Trainee Sales & Marketing
Bachelor
PT. Faber-Castell International Indonesia
DKI Jakarta,Jawa Barat
06-Jun-15
Management Trainee Supply Chain
Bachelor
PT. Faber-Castell International Indonesia
DKI Jakarta,Jawa Barat
06-Jun-15
Management Trainee Produksi
Bachelor
PT. Faber-Castell International Indonesia
DKI Jakarta,Jawa Barat
06-Jun-15
General Services Building
Bachelor
PT Djarum
all
29-May-15
HRD Recruitment Staff
Bachelor
PT Djarum
all
29-May-15
INTERNAL AUDITOR
Bachelor
PT Djarum
all
29-May-15

DATABANK

JOBS ADVERTISEMENT
Sales & Marketing (SLS/MKT)
High School

all
16-Mar-16
Frontliner (FO)
Diploma 3

all
16-Mar-16

POLLING

BACK TO BASICS

Eileen Rachman & Emilia Jakob
on 11 May 2015

Bila kita melihat lihat di toko buku, dengan mudah kita dapat menemukan buku mengenai kepemimpinan. Baik itu mengenai biografi pemimpin dunia yang  memiliki pengaruh begitu besar pada sejarah, biografi tokoh-tokoh bisnis terkemuka, maupun buku-buku teori kepemimpinan yang ditulis oleh para professor maupun praktisi bisnis. Beragam resep kepemimpinan ada di sana, ada yang saling melengkapi sampai yang tumpang tindih dan kontroversial sekalipun. Begitu banyaknya teori dan kisah sehingga bagi kita yang ingin ‘belajar’ menjadi pemimpin  mungkin akan bertanya-tanya dalam hati: mungkinkah saya mengimplementasikan semua teori ini agar saya dapat menjadi seorang pemimpin yang baik, sementara untuk menghapal semua teori itu saja saya bahkan sudah kewalahan. Pertimbangan untuk menjadi pemimpin ideal ini akhirnya sudah menjadi semakin rumit dan ‘overfocused’. Pertanyaannya, adakah hal-hal mendasar yang justru malah kita lupakan? Marilah kita melihat ke sekeliling kita untuk menemukan perilaku-perilaku sederhana yang kerap dikerjakan oleh mereka yang dengan mudah bisa kita sebut sebagai ‘pemimpin’. Lepas dari apakah ia memang memiliki jabatan atau tidak, apakah ia mampu mempengaruhi orang lain untuk bekerja mencapai visinya?
Read More >>

TO HAVE OR TO BE

Eileen Rachman
on 04 May 2015

“Kita perlu ganti mobil”, “Kita harus pergi shopping di Paris”, “Kita perlu perangkat keras terbaru”. Dan masih banyak lagi ungkapan yang menjadi kreasi sistematis mengenai kebutuhan untuk membeli barang, servis dan hal-hal lain yang mungkin bukan sekedar kebutuhan melainkan semata-mata keinginan belaka. Maraknya perdagangan ‘on line’ semakin memudahkan kita untuk membeli dan membeli sehingga membuat kita semakin terhanyut arus konsumsi ini. Apakah ini gejala universal? Bisa iya bisa tidak. Beberapa teman dari negara lain, bisa membiarkan anak-anaknya duduk di taman sekedar menikmati kesegaran udara dan bermain melatih psikomotor mereka tanpa harus mengkonsumsi apapun, meskipun restoran memang selalu dipenuhi oleh kawula mudanya. Sementara di sini taman-taman dipenuhi dengan pedagang kecil yang meskipun kerap dihalau oleh petugas selalu kembali lagi karena pasar yang begitu menjanjikan. Hal yang terkadang cukup menonjol adalah dipenuhinya pusat perbelanjaan negeri jiran dengan bangsa Indonesia, sehingga terkesan dan bahkan terucapkan bahwa ‘orang Indonesia kaya-kaya'. Apakah ini komentar yang menggembirakan? Apakah kita memang se‘kaya’ itu sampai  terkenal dengan pola berbelanjanya? Sadarkah kita bahwa pola konsumsi kita sulit dihentikan karena level kenikmatan kita sudah tidak ‘basic’ lagi?
Read More >>

SERVICE ACUMEN

Eileen Rachman & Emilia Jakob
on 27 Apr 2015

Salah satu daya tarik wisata sebuah negara selain daripada keindahan alamnya, keragaman seni budayanya, dan tentunya juga adalah manusia-manusianya. Betapa kita terpesona dengan kekuatan servis bangsa Jepang yang ditunjukkan lewat sopan santun mereka satu sama lain. Beragam cerita pernah kita dengar tentang bagaimana mereka berusaha menunjukkan jalan, menolong turis asing yang kesulitan meskipun terhambat dalam masalah bahasa.  
Read More >>

PERKEMBANGAN PRIBADI DI TEMPAT KERJA

Eileen Rachman & Emilia Jakob
on 20 Apr 2015

Dalam sebuah survey yang dilakukan oleh sebuah lembaga kajian non profit, ditemukan bahwa hampir separuh responden (49 persen) kurang percaya dengan DPR dalam menjalankan fungsi dan tugas pokoknya sebagai lembaga legislatif. Hanya 23 persen dari 1200 responden yang masih mempercayai DPR. Bagaimana bisa rakyat mempercayai para wakilnya yang menggebrak meja, adu jotos di ruang diskusi, ketika mereka gagal mendapatkan apa yang mereka inginkan, sementara gagal menyampaikan argumentasinya dalam struktur yang jelas dan meyakinkan. Rupanya posisi, jabatan, penampilan maupun tingkat pendidikan seseorang bukanlah jaminan kemampuannya untuk tampil sebagai pribadi yang dewasa. Betapa sering kita melihat atasan di tempat kerja yang bersikap layaknya anak berusia 10 tahun yang hanya berfokus pada kesejahteraannya sendiri, senang mendapat perhatian lebih, menuruti kehendaknya sendiri, namun merengut ketika keinginannya tidak tercapai, atau ketika anak buah tidak melakukan apa yang dimintanya, dan menghindar untuk mengambil tanggungjawab yang menantang namun juga beresiko. Yang dilakukan adalah menuntut, menuntut dan menuntut. Ia bisa menjadi kawan yang menyenangkan manakala semuanya berjalan lancar, namun langsung menghindar dalam menghadapi krisis.
Read More >>